Rabu, 22 September 2010

thurs, sept 22 2010

it's really a roller-coaster day.
i just thought that it will be a hard day first, but it wasn't.
in the beginning, i mean.
the exam ran as i expected, and i had a nicce time with friends, at leaast till the middle of the day.

but, it change extremely, when i had talked with zul.
i just couldn't think that he would say such that thing.
he couldn't help me at all.
he just could make me feel mad at him.
i could catch from our talk that he said that i'm doing just like a child.
what he's purpose?
i couldn't forgive him, i hate him so much, but i still can pretend that everything is alright.
just for our professional contract.
he is more childish than, how could he say that??
i just can take it..
just llike my principle, if you nice at me, i will be 1000 times nicer to you
but, if you treat me bad, i will treat you 1000 time more bad than you.

Kamis, 16 September 2010

phrenology

Phrenology adalah studi tentang struktur tengkorak untuk menentukan karakter seseorang dan kapasitas mental.
This pseudoscience is based on the false assumption that mental faculties are located in brain "organs" on the surface of the brain and can be detected by visible inspection of the skull. Ini pseudosains didasarkan pada asumsi palsu bahwa fakultas mental yang terletak di otak "organ" di permukaan otak dan dapat dideteksi dengan pemeriksaan terlihat tengkorak. The Viennese physician Franz-Joseph Gall (1758-1828) claimed there are some 26 "organs" on the surface of the brain which affect the contour of the skull, including a "murder organ" present in murderers. Dokter Wina Franz-Joseph Gall (1758-1828) menyatakan ada beberapa 26 "organ" di permukaan otak yang mempengaruhi kontur tengkorak, termasuk sebuah "organ pembunuhan" hadir dalam pembunuh. Gall was an advocate of the "use it or lose it" school of thought. Empedu adalah seorang penganjur penggunaan atau hilang "sekolah" pemikiran. Brain organs which were used got bigger and those which were not used shrunk, causing the skull to rise and fall with organ development. Otak organ yang digunakan semakin besar dan mereka yang tidak digunakan menyusut, menyebabkan tengkorak untuk naik dan turun dengan perkembangan organ. These bumps and indentations on the skull, according to Gall, reflect specific areas of the brain that determine a person's emotional and intellectual functions. Ini gundukan dan lekukan pada tengkorak, menurut Gall, mencerminkan area tertentu dari otak yang menentukan seseorang emosional dan intelektual suatu fungsi. Gall called the study of these cranial hills and valleys "cranioscopy." Empedu disebut studi bukit-bukit dan lembah tengkorak "cranioscopy." Others, such as Johann Kaspar Spurzheim (1776-1832) who spread the word in America and George Combe (1788-1858) who founded the Edinburgh Phrenological Society, followed with even zanier and more specious divisions and designations of the brain and skull, such as "metaphysical spirit" and "wit." Lainnya, seperti Johann Kaspar Spurzheim (1776-1832) yang menyebarkan berita di Amerika dan George Combe (1788-1858) yang mendirikan Edinburgh Phrenological Society, diikuti dengan dan lebih munafik divisi zanier bahkan dan sebutan dari otak dan tengkorak, seperti sebagai "roh metafisis" dan "wit." In 1815, Thomas Foster called the work of Gall and Spurzheim "phrenology" ( phrenos is Greek for mind) and the name stuck. Pada tahun 1815, Thomas Foster yang disebut karya Gall dan Spurzheim "phrenology" (phrenos adalah Yunani untuk pikiran) dan nama terjebak.
Phrenology advanced the correct notions that the human brain is the seat of character, emotions, perception, intellect, etc., and that different parts of the brain are responsible for different mental functions. Phrenology maju gagasan yang benar bahwa otak manusia adalah pusat karakter, emosi, persepsi, kecerdasan, dll, dan bahwa berbagai bagian otak bertanggung jawab untuk fungsi mental yang berbeda. However, in Gall's time it was only possible to study the brains of the dead ; thus, phrenologists could only associate the different structures in the brain with supposed mental functions that were in turn associated with the contour of the skull. Namun, pada saatnya Gall itu hanya mungkin untuk mempelajari otak orang mati, dengan demikian, phrenologists hanya bisa mengaitkan struktur yang berbeda di otak dengan fungsi mental seharusnya yang pada gilirannya terkait dengan kontur tengkorak. Little was done to study the brains or the behavior of persons known to have had neurological problems, which might have helped in the process of locating parts of the brain responsible for specific neurological functioning. Instead, mental faculty localization was arbitrarily selected. Little dilakukan untuk mempelajari otak atau perilaku orang-orang yang diketahui memiliki masalah neurologis, yang mungkin telah membantu dalam proses menemukan bagian otak yang bertanggung jawab untuk fungsi saraf tertentu,. Sebaliknya lokalisasi fakultas mental sewenang-wenang dipilih. Gall's early work was with criminals and the insane and his brain "organs" reflected this interest. Spurzheim got rid of "theft organs" and "murder organs," but he mapped out areas for "benevolence," "self-esteem," and "conjugal love." awal karya's Gall adalah dengan penjahat dan gila dan otaknya "organ" mencerminkan ini bunga. Spurzheim menyingkirkan "organ pencurian" dan "organ pembunuhan," tapi dia dipetakan daerah untuk "kebajikan," "harga diri," dan "cinta suami-istri." (Click here to see a map from the American Phrenological Journal , 1845.) (Klik di sini untuk melihat peta dari American Phrenological Journal, 1845.)
Although phrenology has been thoroughly discredited and has been recognized as having no scientific merit, it still has its advocates. Meskipun phrenology telah sepenuhnya mendiskreditkan dan telah diakui sebagai tidak memiliki prestasi ilmiah, ia masih memiliki pendukungnya. It remained popular, especially in the United States, throughout the 19th century and it gave rise to several other pseudoscientific characterologies, eg, craniometry and anthropometry . Hal ini tetap populer, terutama di Amerika Serikat, sepanjang abad ke-19 dan menimbulkan beberapa characterologies keilmu-ilmuan lain, misalnya, pengukuran tengkorak dan antropometri . Phrenology was highly praised by Ralph Waldo Emerson , Horace Mann, Thomas Edison, and Alfred Russell Wallace . Phrenology sangat dipuji oleh Ralph Waldo Emerson , Horace Mann, Thomas Edison, dan Alfred Russel Wallace . The Boston Medical Society welcomed Spurzheim as a heroic figure when he arrived in 1832 for The American Tour. The Boston Medical Masyarakat menyambut Spurzheim sebagai tokoh heroik ketika ia tiba pada tahun 1832 untuk The Tour Amerika. The Fowler Brothers and Samuel Wells published the American Phrenological Journal and Life Illustrated, which Brothers Fowler dan Samuel Wells dipublikasikan American Journal Phrenological dan Kehidupan Illustrated, yang lasted from 1838 until 1911. berlangsung dari 1838 sampai 1911. In Edinburgh, Combe's Phrenological Journal was published from 1823 until 1847. Another indication of the popularity of phrenology in the 19th century is that Combe's The Constitution of Man sold more than 300,000 copies between 1828 and 1868. Dalam Edinburgh, Combe's Phrenological Jurnal diterbitkan dari 1823 hingga 1847 1868. Lain indikasi popularitas phrenology di abad ke-19 adalah Combe bahwa Konstitusi Manusia terjual lebih dari 300.000 eksemplar antara 1828 dan.
It is difficult to explain the early popularity of phrenology among scientists, since the empirical evidence for a direct relationship between the brain and character was scant. Sulit untuk menjelaskan popularitas awal phrenology kalangan ilmuwan, karena bukti empiris hubungan langsung antara otak dan karakter yang sedikit. An unplanned experiment provided some solid evidence for such a relationship in 1848 when Phineas Gage's moral character changed dramatically after an explosion blew a tamping iron through his head (Damasio). Percobaan yang tidak direncanakan diberikan beberapa bukti yang kuat untuk hubungan seperti pada tahun 1848 ketika Phineas Gage karakter moral berubah secara dramatis setelah ledakan meniup besi tamping melalui kepalanya (Damasio). Gage was leading a railroad construction crew near Cavendish, Vermont, when the accident occurred. "Before the accident he had been a most capable and efficient foreman, one with a well-balanced mind, and who was looked on as a shrewd smart business man." Gage memimpin sebuah konstruksi awak kereta api dekat Cavendish, Vermont, ketika kecelakaan itu terjadi manusia. "Sebelum kecelakaan ia telah paling mampu dan efisien suatu mandor, satu dengan seimbang pikiran, dan siapa yang dipandang sebagai seorang cerdik pandai bisnis . " After the accident, he became "fitful, irreverent, and grossly profane, showing little deference for his fellows. He was also impatient and obstinate, yet capricious and vacillating, unable to settle on any of the plans he devised for future action." * On the other hand, one might conclude that the Gage incident blew a hole through the theory that bumps on the head were the keys to the functions of the brain beneath. Setelah kecelakaan itu, ia menjadi "resah, kurang sopan, dan terlalu profan, menunjukkan rasa hormat sedikit untuk rekan-rekannya itu. Dia juga tidak sabar dan keras kepala, namun tak terduga dan bimbang, tidak dapat menetap di salah satu rencana yang dirancang untuk tindakan di masa depan." * Di sisi lain, seseorang mungkin menyimpulkan bahwa insiden Gage meniup lubang melalui teori bahwa benjolan di kepala adalah kunci untuk fungsi otak di bawahnya.
Bob McCoy Phrenology gave rise to the invention of the psycograph by Lavery and White, a machine which could do a phrenological reading complete with printout. Phrenology memunculkan penemuan psycograph oleh Lavery dan White, mesin yang dapat melakukan membaca phrenological lengkap dengan cetakan. It is said that this device netted its owners about $200,000 at the 1934 Century of Progress Exposition in Chicago. Dikatakan bahwa perangkat ini terjaring pemilik sekitar $ 200.000 pada 1934 Century Kemajuan Pameran di Chicago. Phrenological readings are not unlike astrological readings and many who have them done are satisfied that the results are uncannily accurate. The reason for this satisfaction is probably due subjective validation rather than to objective scientific data. pembacaan Phrenological tidak seperti astrologi bacaan dan banyak yang telah mereka dilakukan adalah puas bahwa hasilnya secara luar biasa akurat. Alasan untuk kepuasan ini mungkin karena validasi subjektif daripada data ilmiah objektif.

Cinta dan tipe kepribadian

Dari jaman purbakala sampai detik ini sering kita melihat pasangan-pasangan yang selalu rukun dan mesra sampai kiki dan nini, tetapi tidak jarang kita melihat pasangan-pasangan yang sudah ribut walaupun baru jadian 1 menit. Lalu apakah cinta itu sebenarnya? … Apakah tipe kepribadian seseorang mempengaruhi intensitas cinta tersebut?

CINTA
Sudah banyak lagu digubah, puisi ditulis, dan kanvas dilukis untuk menggambarkan cinta. Tapi apakah cinta itu sebenarnya? … Tentunya seorang pelukis akan berbeda dengan seorang pencipta lagu dalam menjelaskan cinta. Bahkan setiap orang akan mendefinisikan cinta dengan cara yang berbeda.
Psikologi sebagai ilmu yang mempelajari manusia, sudah lama tertarik dengan konsep cinta (misalnya Eric Fromm dan Maslow) karena manusia satu-satunya makhluk yang dapat merasakan cinta. Hanya saja masalahnya, sebagai sebuah konsep, cinta sedemikian abstraknya sehingga sulit untuk didekati secara ilmiah. Saya mencoba memilih teori seorang psikolog, Robert Sternberg (1988), yang telah berusaha untuk menjabarkan cinta dalam konteks hubungan antara dua orang.
Menurut Sternberg (1988), cinta adalah sebuah kisah, kisah yang ditulis oleh setiap orang. Kisah tersebut merefleksikan kepribadian , minat dan perasaan seseorang terhadap suatu hubungan. Ada kisah tentang perang memperebutkan kekuasaan, misteri, permainan dan sebagainya. Kisah pada setiap orang berasal dari “skenario” yang sudah dikenalnya, apakah dari orang tua, pengalaman, cerita dan sebagainya. Kisah ini biasanya mempengaruhi orang bagaimana ia bersikap dan bertindak dalam sebuah hubungan.
Sternberg (1988) terkenal dengan teorinya tentang *Triangular Theory of Love* (segitiga cinta). Segitiga cinta itu mengandung komponen:
1. Keintiman (*intimacy*)
2. Gairah (*passion*)
3. Komitmen (*commitment*)
Keintiman adalah elemen emosi, yang di dalamnya terdapat kehangatan, kepercayaan (*trust*) dan keinginan untuk membina hubungan. Ciri-cirinya antara lain seseorang akan merasa dekat dengan seseorang, senang bercakap-cakap dengannya sampai waktu yang lama, merasa rindu bila lama tidak bertemu, dan ada keinginan untuk bergandengan tangan atau saling merangkul bahu.
Gairah adalah elemen motivasional yang didasari oleh dorongan dari dalam diri yang bersifat seksual.
Komitmen adalah elemen kognitif, berupa keputusan untuk secara sinambung dan tetap menjalankan suatu kehidupan bersama. Menurut Sternberg (1988), setiap komponen itu pada setiap orang berbeda derajatnya. Ada yang hanya tinggi digairah, tapi rendah pada komitmen. Sedangkan cinta yang ideal adalah apabila ketiga komponen itu berada dalam proporsi yang sesuai pada suatu waktu tertentu. Misalnya pada tahap awal hubungan, yang paling besar adalah komponen keintiman. Setelah keintiman berlanjut pada gairah yang lebih besar (dalam beberapa budaya), disertai dengan komitmen yang lebih besar. Misalnya melalui perkawinan. Dari ketiga komponen cinta diatas, dapat membentuk delapan kombinasi jenis cinta sebagai berikut:
  1. Nonlove, tak ada gairah yang timbul, biasanya hubungan dengan orang dalam lingkungan sehari-hari karena interaksinya hanya bersifat sepintas saja, tidak memiliki komponen gairah, keintiman dan komitmen .
  2. Liking (persahabatan), sebagai salah satu komponen emosi yang ada adalah perasaan suka bukanlah cinta, hanya memiliki komponen keintiman.
  3. Infatuation love (ketergila-gilaan), gairah yang timbul tanpa keintiman dan komitmen, biasanya cinta yang terjadi pada pandangan pertama .
  4. Empty love (cinta kosong), ada unsur komitmen tetapi kurang intim dan kurang gairah. Hubungan yang lama akan semakin membosankan
  5. Romantic love (cinta romantis), hubungan intim yang menggairahkan tetapi kurang komitmen sehingga pasangan yang jatuh cinta romantis ini terbawa secara fisik dan emosi, tetapi tidak mengharapkan hubungan jangka panjang.
  6. Companionate love, hasil dari komponen keintiman dan komitmen tanpa adanya gairah cinta. Dalam perkawinan yang lama tidak akan menggairahkan secara fisik lagi .
  7. Fatous love (cinta buta), mempunyai gairah dan komitmen tetapi kurang intim, dimana cinta ini sulit dipertahankan karena kurang adanya aspek emosi
  8. Consummate love (cinta yang sempurna), yaitu cinta yang tersusun atas komponen keintiman, gairah dan komitmen.
Pada remaja, diharapkan mulai mengenali cinta melalui hubungan yang mengandung komponen keintiman. Mulai dari tahap perkenalan, lalu menjadi teman akrab, lalu sahabat. Pada tahap persahabatan, baik dengan lawan jenis maupun sesama jenis kelamin, diharapkan berkembang perasaan hangat, kedekatan dan emosi-emosi lain yang lebih kaya. Dalam hubungan antar jenis,persahabatan dapat berkembang dengan komitmen pacaran. Pada tahap pacaran ini keintiman dapat muncul komponen gairah dengan proporsi yang relatif rendah.
Pada pasangan yang telah dewasa, bila faktor-faktor emosional dan sosial telah dinilai siap, maka hubungan itu dapat dilanjutkan dengan membuat komitmen perkawinan. Dalam perkawinan, diharapkan ketiga komponen ini tetap hadir dan sama kuatnya.
Pada budaya tertentu, komitmen dianggap sebagai kekuatan utama dalam perkawinan. Karena itu banyak perkawinan (dalam budaya tersebut) yang hanya dilandasi oleh komitmen masing-masing pihak pada lembaga perkawinan itu sendiri. Perkawinan dipandang sebagai keharusan budaya dan agama untuk melanjutkan keturunan, atau karena usia, atau untuk meningkatkan status, atau sebab-sebab lain. Perkawinan seperti ini akan terasa kering karena baik suami maupun istri hanya menjalankan kewajibannya saja.
Variasi lain, perkawinan hanya dianggap sebagai lembaga yang mengesahkan hubungan seksual. Perkawinan semacam ini kehilangan sifat persahabatannya, yang ditandai dengan tidak adanya kemesraan suami istri, seperti makan bersama, berbincang-bincang, saling berpelukan dan sebagainya.
Seperti telah diuraikan sebelumnya, pola hubungan cinta seseorang sangat ditentukan oleh pengalamannya sendiri mulai dari masa kanak-kanak. Bagaimana orang tuanya saling mengekspresikan perasaan cinta (atau malah bertengkar melulu), hubungan awal dengan teman-teman dekat, kisah-kisah romantis sampai yang horor, dan seterusnya, akan membekas dan mempengaruhi seseorang dalam berhubungan. Karenanya setiap orang disarankan untuk menyadari kisah cinta yang ditulis untuk dirinya sendiri.
Memang teori Sternberg (1988) tentang cinta ini belumlah lengkap dan memuaskan semua orang. Misalnya bagaimana teori ini dapat menjelaskan cinta ibu terhadap anaknya? Atau bagaimana cinta dapat dipertentangkan dengan perang dan kebencian? Hanya saja, sebagai sebuah deskripsi ilmiah terhadap fenomena cinta, teori ini dapat dikatakan cukup membantu dalam memetakan pola-pola hubungan cinta antar individu.
TIPE KEPRIBADIAN
Usaha-usaha untuk menyusun teori dalam psikologi kepribadian telah sejak lama dilakukan orang. Hasil-hasil dari usaha-usaha tersebut ada yang nilai ilmiahnya masih jauh dari memadai dan karenanya dapat disebut usaha-usaha yang masih bersifat prailmiah seperti chirologi (ilmu gurat tangan), astrologi (ilmu perbintangan), grafologi (ilmu tulisan tangan), phisiognomi (ilmu tentang wajah), phrenologi (ilmu tentang tengkoran) dan onychologi (ilmu tentang kuku).
Usaha-usaha yang lebih tinggi nilainya dilakukan oleh Hippocrates yang berpendapat bahwa diri seseorang terdapat 4 macam cairan tubuh yang mempengaruhi karakter seseorang yaitu: empedu kuning, empedu hitam, lendir dan darah merah. Galenus menyempurnakan teori Hippocrates ini. Teori Galenus ini dijabarkan kembali oleh Florence Littauer dalam bukunya Personality Plus tentang kholeris, melankholis, phlegmatis dan sanguinis.
Masih banyak lagi teori-teori tentang kepribadian, baik teori dari Edwar Spranger, Kurt Lewin, Carl Rogers, Jung, H.J . Eysenck, dll. Pada tahun 2004, Taylor Hartman mencoba membedakan kepribadian manusia dengan menggunakan kode warna, karena masih baru, teori Taylor Hartman ini sangat menarik untuk diulas.
Setiap orang memiliki kepribadian dasar. Kepribadian seseorang telah terbentuk sejak nafas pertama ditiupkan di dalam kandungan. Kepribadian seseorang memang dapat berkembang tetapi tidak akan keluar dari sifat-sifat inti atau dasarnya. Kepribadian adalah inti pikiran dan perasaan didalam diri seseorang yang memberitahu bagaimana ia membawa diri. Kepribadianmerupakan daftar respon berdasarkan nilai-nilai dan kepercayaan yang dipegang kuat. Kepribadian akan mengarahkan reaksi emosional seseorang disamping rasional terhadap setiap pengalaman hidup. Dengan kata lain, kepribadian adalah proses aktif didalam setiap hati dan pikiran seseorang yang menentukan bagaimana ia merasa, berpikir dan berperilaku (Hartman,2004).
Taylor Hartman (2004) membagi tipe kepribadian menurut empat aspek dominan didalam alam . api, tanah, air dan udara. Atas dasar ini kemudian ia membedakan empat tipe kepribadian orang menurut kode warna, yaitu tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Kepribadian merah merepresentasikan sifat-sifat api memiliki semangat yang membara dalam kehidupan; kepribadian biru merepresentasikan sifat-sifat tanah kuat dan teguh dalam pendirian; kepribadian putih merepresentasikan sifat-sifat dasar air mengalir dan mengikuti arus; kepribadian kuning merepresentasikan sifat-sifat angin bertiup kesana kemari.
Masing-masing tipe kepribadian memiliki keunikan sendiri yang merupakan gabungan antara kekuatan dan kelemahan.
Kepribadian memang bersifat unik, sehingga tidak ada satu orangpun yang sama persis dengan orang yang lain, meski terlahir kembar satu telur. Memang ada jutaan variasi kepribadian, namun menurut Hartman (2004) kepribadian setiap orang dapat digolongkan menurut motif dasar, kebutuhan dan keinginan yang cenderung stabil sepanjang hayat. Di pandang dari sudut perbedaan motif dasar, kebutuhan dan keinginan maka setiap orang dapat digolongkan kedalam tipe kepribadian merah, biru, putih dan kuning. Penggolongan berdasarkan warna ini dengan maksud agar lebih mudah untuk diingat.
Seseorang akan dapat menemukan perbedaan-perbedaan motif dasar, kebutuhan dan keinginan diantara empat tipe kepribadian, yakni merah, biru, putih dan kuning. Untuk uraian 4 tipe kepribadian ini sangat panjang, saya mencoba untuk membatasinya hanya pada tipe cintanya aja ya.
  • Kepribadian merah menjalani hidup dengan penuh kekuatan. Merah sangat berkomitmen pada tujuan dan bertekad untuk menyelesaikan apapun yang disodorkan kehidupan di hadapannya. Kepribadian merah begitu penuh tekad dan produktif sehingga keintiman diabaikan atau disangkal sebagai bukan hal penting.
  • Kehidupan adalah rangkaian komitmen bagi biru. Berkomitmen pada hubungan mungkin merupakan kekuatan biru yang terbesar. Biru senang bersama orang lain dan dengan sukarela mengorbankan keuntungan pribadi demi memiliki hubungan yang akrab. Biru memberi diri dengan murah hati dalam hubungan bernilai. Karena kesediaan untuk komit dalam hubungan, biru menjalin persahabatan mendalam yang seringkali berlangsung seumur hidup. Biru sangat bisa diandalkan dan memandang janji verbal sama mengikatnya seperti kontraktertulis manapun, bangga akan kemampuan mempertahankan hubungan jangka panjang. Sifat mengagumkan ini memberi kredibilitas konsep bahwa biru biasanya menikmati hubungan yang jauh lebih kaya daripada tipe kepribadian manapun. Biru sepenuhnya setia pada orang. Biru tetap setia dalam masa senang dan susah. Ketika orang menyadari dalamnya komitmen biru, mudah dipahami mengapa cuaca baik dan buruk tidak banyak berdampak pada kesetiaan biru.
  • Biru dan putih sama-sama mampu sangat komit pada satu sama lain. Biru dan putih menghargai rasa aman dan menemukan hubungan dalam komitmen sebagai cara paling alamiah untuk menikmati hidup. Biru cenderung merasakan komitmen emosional yang mendalam pada orang, sementara putih merasa mudah menerima dan mencintai orang-orang yang dijumpai. Putih toleran dan menerima orang lain. Putih komit tanpa banyak ribut dalam hubungan.
  • Tidak ada kepribadian lain yang mengejar kesenangan seperti kuning. Kuning seringkali hidup untuk bermain. Ketika kuning tertekan ditempat kerja atau dirumah, hobi yang membangkitkan energi atau liburan singkat menggantikan wajah lusuh dengan semangat kemudaan. Kuning tidak mengerti mengapa ada yang mau komit pada sesuatu yang tidak mengandung kesenangan didalamnya. Karena menyukai kesenangan dan tidak suka dikekang, kuning jarang mau terikat dalam suatu pernikahan.
Pada penjabaran dari Hartman (2004) diatas, dapat disimpulkan bahwa :
  1. Tipe biru dan putih mempunyai komitmen paling tinggi dalam hubungan dengan pasangan. Biru cenderung merasakan komitmen emosional yang mendalam pada orang, sementara putih merasa mudah menerima dan mencintai orang-orang yang dijumpai. Putih toleran dan menerima orang lain. Putih komit tanpa banyak ribut dalam hubungan.
  2. Tipe kuning mempunyai kadar komitmen yang paling rendah, kuning menyukai kesenangan dan tidak suka dikekang.
  3. Tipe merah adalah tipe kepribadian yang paling rendah keintimannya karena kepribadian merah begitu penuh tekad dan produktif sehingga keintiman diabaikan atau disangkal sebagai bukan hal penting.
Hmm, lalu bagaimana dengan tipe kepribadian dan intensitas cinta anda?

wed, sept 16 2010

today, like usual,  I just sat down in my chair and turn on tv.
in the morning, I did shalat as usual then went back to sleep.
at 8 am, I woke up and watched avatar the legend of aang till 9 o'clock.
afterthat, i took a bath and cleaned up my room.
then till the afternoon, I just sat down in front of my notebook.
this day is the first time for me for making my first block!
wow! it's feel like boom..!
I was very interested, and I hope I will always update my entry.
hmm..okay, the rest of the day, I will have a chat with my mom.
cause, you know, I live in jogjakarta now, and my home town (including my mom, of course) in bengkulu.

so, I always make a promise to call her everyday, in evening, when my work is done.

This is THE BEST DAY EVER! <3
I hope tomorrow will be BETTER ;D

Segarkan Otak dengan Berjalan Kaki

VIVAnews - Melakukan aktivitas olah raga secara rutin memang bisa menjaga kebugaran tubuh. Tak perlu yang terlalu berat, dengan berjalan kaki pun, tubuh juga bisa bugar. Dan ternyata ada manfaat lainnya.
Keuntungan lain dari berjalan kaki, bisa menyegarkan otak.
Seperti dikutip dari laman Shine, sebuah studi baru dalam Frontiers jurnal Aging Neuroscience menunjukkan bahwa berjalan selama empat puluh menit, tiga kali seminggu ternyata dapat meningkatkan konektivitas antara sirkuit otak yang cenderung terkikis akibat penambahan usia.
Dr Arthur F. Kramer, yang memimpin penelitian ini menjelaskan: "Pola konektivitas terjadi penurunan seiring bertambahnya usia. Jaringan yang tidak terhubung dengan baik untuk mendukung hal yang kita lakukan, seperti mengemudi," katanya. "Tapi kami menemukan manfaat yang sama dari aktivitas fitness aerobik, jaringan menjadi lebih jelas," ucapnya.
Berjalan bisa menjadi anti aging untuk otak, memutar kembali waktu beberapa dekade. "Ketika orang-orang tua dalam kelompok berjalan menjadi lebih cocok, koherensi antar wilayah yang berbeda dalam jaringan meningkat dan menjadi sama dengan anak-anak berusia 20 tahun," jelas Kramer.
Kramer memberitahu Science Daily, bahwa ketika studi sebelumnya telah menunjukkan efek olahraga pada otak, penelitian ini menunjukkan bahwa latihan aerobik juga dapat meningkatkan fungsi otak.
Lebih jauh lagi, bukan hanya konektivitas otak yang diuntungkan: "Kelompok aerobik juga membaik ingatannya secara perlahan, perhatian dan berbagai proses kognitif lainnya," ungkapnya lagi.
Untuk jenis kreatif, penulis Julia Cameron telah lama berjalan direkomendasikan sebagai cara untuk memberikan dorongan kreativitas Anda.
Berjalan menyusuri taman memberikan otak kita kesempatan untuk mengambil pandangan yang lebih luas, daripada berfokus pada tugas tunggal, memungkinkan kita untuk datang dengan ide-ide besar dan membuat otak lebih segar. (umi)
VIVAnews - Jangan remehkan kondisi rambut. Studi University of Western Ontario, Kanada, mengungkap bahwa rambut bisa menjadi menjadi indikator adanya gangguan kesehatan jantung.

Seperti dikutip dari laman Times of India, setiap helai rambung mengandung hormon stres yang disebut kortisol. Hormon ini biasanya dilepas tubuh saat mengalami stres atau reaksi psikologis dan fisiologis atas perubahan situasi yang tidak dapat diterimanya.

Kadar kortisol juga terkandung dalam urin dan air liur. Namun, kortisol di dalam rambut dianggap lebih efektif untuk memetakan kondisi jantung karena sifatnya lebih terukur. Logikanya, pertumbuhan rambut relatif stabil yakini sekitar satu sentimeter setiap bulan.

Itu penting karena memungkinkan melihat tingkat stres dalam periode yang lebih lama. Memeriksa enam sentimeter rambut berarti bisa mengukur tingkat stres selama enam bulan. Sementara pemeriksaan kortisol dalam air liur atau urin cenderung hanya memperlihatkan tingkat stres sesaat.

Penelitian dilakukan dengan memeriksa sampel rambut 56 penderita serangan jantung di Meir Medical Centre di Kfar-Saba, Israel. Hasil itu dibandingkan dengan sampel rambut sejumlah orang yang tak memiliki masalah kesehatan jantung. Hasilnya, sampel rambut penderita penyakit jantung mengantung kadar kortisol sangat tinggi.

Penulis studi Stan Van Uum dan Gideon Koren mengatakan, kadar kortisol di rambut dapat menjadi prediktor kuat akan terjadinya serangan jantung. "Ini bisa menjadi penanda biologis adanya stres kronis pemicu serangan jantung. Menjadi penting karena langkah pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum serangan terjadi."

Pindah Rumah Paling Extreme Yang Dilakukan Binatang

1. Tonggeret

Setelah menghabiskan 17 tahun di dalam tanah, serangga bersuara nyaring, tonggeret akan bermigrasi menuju dunia luar untuk berkumpul bersama, bernyanyi, dan kawin. Penampilan mereka yang sinkron, efektif menjauhkan tonggeret dari pemangsa selama lima minggu kehidupan dewasanya. Jarak migrasi tonggeret beragam, mulai dari beberapa inci hingga ribuan kilometer.

2. Lemming

Hewan pengerat mirip hamster dan tikus ini akan melakukan migrasi dengan kecepatan tinggi dari habitat asalnya, Kutub Utara. Sejumlah ilmuwan mengatakan penyebab migrasi besar-besaran ini terjadi karena populasi lemming membludak tanpa diiringi oleh persediaan pangan yang cukup. Lemming dapat bergerak sejauh 16 kilometer dalam satu hari.

3. Wildebeests

Hewan herbivora ini akan melakukan apa saja demi menemukan padang rumput yang lebih hijau. Serengeti wildebeest beserta zebra dan rusa mampu berkelana ratusan kilometer dalam sebuah rombongan untuk menghindari musim kering di Tanzania dan Kenya.

4. Kura-kura Hijau

Insting keibuan seekor kura-kura hijau memaksanya kembali ke tempat kelahiran untuk memulai kehidupan dengan keluarganya. Kura-kura hijau yang sedang hamil dapat berenang ribuan kilometer dari tempat berkembangbiak di Brasil menuju lautan Atlantik Selatan ke pulau Ascension.

5. Salmon

Setelah menghabiskan bertahun-tahun di lautan, ikan salmon akan kembali ke tempat kelahirannya di wilayah sungai air tawar untuk berkembangbiak dan mati. Demi mencapai tujuan, mereka rela berenang melawan arus deras sejauh ratusan kilometer, walaupun itu berarti tiba dalam keadaan menyedihkan.

6. Hummingbird Berleher Rubi

Sebelum terbang sejauh 804 kilometer menuju Amerika Pusat, burung hummingbird berleher rubi akan hinggap di bunga, memakan serangga, dan menghisap getah pohon. Burung yang memiliki kepakan supercepat ini akan mengkonsumsi dua gram lemak, hampir dua kali bobot tubuhnya untuk melakukan perjalanan tanpa henti dari Amerika Utara melintasi teluk Meksiko.

7. Kupu-kupu Monarch

Migrasi jarak jauh adalah ciri khas dari kupu-kupu Monarch. Setiap musim semi, ribuan kupu-kupu bersayap lebar ini terbang ke barat menuju California dan Mexico. Sedangkan pada musim panas, kupu-kupu Monarch berekspedisi sejauh 4828 kilometer melalui AS dan Kanada. Hingga kini, kekompakan kupu-kupu Monarch dalam bermigrasi masih menjadi misteri bagi kaum ilmuwan.

8. Bangau Whooping

Burung berkaki panjang yang satu ini terancam kepunahan. Para ilmuwan telah melakukan berbagai cara untuk menyelamatkan spesies ini, termasuk mengajarkan pelajaran terbang. Dengan menggunakan mesin ultraringan menyerupai bangau dengan pengendali jarak jauh, bangau whooping dituntun menuju daerah perlindungan di selatan.

9. Belut Air Tawar

Belut yang satu ini sudah siap semenjak lahir untuk menghadapi kerasnya kehidupan di air. Setelah menetas di laut Sargasso, belut ini berenang menuju sejumlah sungai berair tawar di Inggris dan di pesisir timur Amerika Utara. Dalam perjalanan, ginjal mereka akan beradaptasi terhadap tingkat salinitas air. Saat tiba waktu untuk meletakan telur, ginjal belut air tawar akan kembali ke kondisi semula.

10. Paus Punggung Bungkuk

Humpback Whale atau paus punggung bungkuk mempertahankan rekor sebagai hewan yang berkelana dalam jarak terjauh di dunia. Beberapa kawanan paus berbobot 36.000 kilogram menghabiskan waktunya mengkonsumsi berton-ton makanan di semenanjung arktik. Saat musim dingin, mereka akan berenang sejauh 8046 kilometer menuju tempat berkembangbiak di dekat Kolombia dan di wilayah garis ekuator.

sumber selintasberita.blogspot.com

Tiga Tanda sahabat Mencintai Anda

Kedekatan dua sahabat lawan jenis yang cukup intens bisa memunculkan benih cinta.


Witing tresno jalaran soko kulino. Pepatah yang cukup populer di Jawa ini menggambarkan rasa jatuh cinta yang terbangun lantaran terbiasa dekat. Ini biasanya menimpa sepasang sahabat lawan jenis.

Bagi sejumlah wanita, memiliki sahabat pria memang menyenangkan. Tak hanya bisa menjadikan teman curhat yang asyik, tapi juga 'pengawal pribadi'. Tapi hati-hati, siapa tahu sahabat lawan jenis itu menaruh hati pada Anda.

Kedekatan yang sudah terbangun lama antarsahabat biasanya membuat masing-masing merasa terlambat menyadari perubahan sikap dan perasaan. Kenali tiga tanda yang menunjukkan sahabat pria mulai jatuh cinta pada Anda.
1. Menatap dan menyanjung
Pria tidak seperti wanita yang memperhatikan segala sesuatu yang dipakai oleh sahabatnya. Teman pria cenderung tidak peduli dengan penampilan Anda. Jika sahabat pria Anda tiba-tiba memerhatikan perubahan kecil pada penampilan dan sering menatap Anda, bisa jadi ia menyukai Anda. Lalu, jika ia mulai menyanjung tiada henti hingga membuat Anda risih, mungkin ia sudah jatuh cinta pada Anda. 

2. Ingin tahu teman kencan Anda
Sahabat pria cenderung tidak menanyakan jika Anda sedang berkencan dengan seorang pria, kecuali Anda menceritakannya. Tetapi, jika ia mulai menanyakan secara detail tentang pria yang sedang dekat dengan Anda, atau bahkan menghubungi saat Anda sedang berkencan, bisa jadi ia sedang terbakar cemburu.

3. Kikuk
Sikapnya yang biasanya cuek dan cenderung melucu, bisa menjadi kikuk di depan Anda. Terutama jika Anda memujinya. Hal ini pun berlanjut jika Anda dan dia hanya berduaan saja.

Rabu, 15 September 2010

silent

winds comes through the window
i just sit down in my chair
waiting for someone
that never comes