Rabu, 22 Desember 2010

BELAJAR MEREDAM RASA TERSINGGUNG...

Dari:

Pramono 'Pakde' Dewo II

Kepada:

Anggota USIA MULAI 40-an ??.....SIAPA TAKUT !

Waktu:

17 Desember jam 11:26

Pesan:

Salah satu hal yang sering membuat energi kita terkuras adalah timbulnya rasa ketersinggungan diri. Munculnya perasaan ini sering disebabkan oleh ketidaktahanan kita terhadap sikap orang lain.

Ketika tersinggung, minimal kita akan sibuk membela diri dan selanjutnya akan memikirkan kejelekan orang lain. Hal yang paling membahayakan dari ketersinggungan adalah habisnya waktu kita menjadi buah roh.

Efek yang biasa ditimbulkan oleh rasa tersinggung adalah kemarahan. Jika kita marah, kata-kata jadi tidak terkendali, stress meningkat, dan lainnya. Karena itu, kegigihan kita untuk tidak tersinggung menjadi suatu keharusan.

Apa yang menyebabkan orang tersinggung? Ketersinggungan seseorang timbul karena menilai dirinya lebih dari kenyataan, merasa pintar, berjasa, baik, tampan, dan merasa sukses.

Setiap kali kita menilai diri lebih dari kenyataan bila ada yang menilai kita kurang sedikit saja akan langsung tersinggung. Peluang tersinggung akan terbuka jika kita salah dalam menilai diri sendiri. Karena itu, ada sesuatu yang harus kita perbaiki, yaitu proporsional menilai diri.

Teknik pertama agar kita tidak mudah tersinggung adalah tidak menilai lebih kepada diri kita. Misalnya, jangan banyak mengingat-ingat bahwa saya telah berjasa, saya seorang guru, saya seorang pemimpin, saya ini orang yang sudah berbuat. Semakin banyak kita mengaku-ngaku tentang diri kita, akan membuat kita makin tersinggung.

Ada beberapa cara yang cukup efektif untuk meredam ketersinggungan

Pertama, belajar melupakan. 

Jika kita seorang sarjana maka lupakanlah kesarjanaan kita. Jika kita seorang direktur lupakanlah jabatan itu. Jika kita pemuka agama lupakan kepemukaagamaan kita. Jika kita seorang pimpinan lupakanlah hal itu, dan seterusnya. Anggap semuanya ini berkat dari Allah agar kita tidak tamak terhadap penghargaan. Kita harus melatih diri untuk merasa sekadar hamba Allah yang tidak memiliki apa-apa kecuali berkat ilmu yang dipercikkan oleh Allah sedikit. Kita lebih banyak tidak tahu. Kita tidak mempunyai harta sedikit pun kecuali sepercik titipan berkat dari Allah. Kita tidak mempunyai jabatan ataupun kedudukan sedikit pun kecuali sepercik yang Allah telah berikan dan dipertanggung jawabkan. Dengan sikap seperti ini hidup kita akan lebih ringan. Semakin kita ingin dihargai, dipuji, dan dihormati, akan kian sering kita sakit hati.

Kedua, kita harus melihat bahwa apa pun yang dilakukan orang kepada kita akan bermanfaat jika kita dapat menyikapinya dengan tepat.

Kita tidak akan pernah rugi dengan perilaku orang kepada kita, jika bisa menyikapinya dengan tepat. Kita akan merugi apabila salah menyikapi kejadian dan sebenarnya kita tidak bisa memaksa orang lain berbuat sesuai dengan keinginan kita. Yang bisa kita lakukan adalah memaksa diri sendiri menyikapi orang lain dengan sikap terbaik kita. Apa pun perkataan orang lain kepada kita, tentu itu terjadi dengan izin Allah. Anggap saja ini episode atau ujian yang harus kita alami untuk menguji keimanan kita.

Ketiga, kita harus berempati.

Yaitu, mulai melihat sesuatu tidak dari sisi kita. Perhatikan kisah seseorang yang tengah menuntun gajah dari depan dan seorang lagi mengikutinya di belakang Gajah tersebut.

Yang di depan berkata, "Oh indah nian pemandangan sepanjang hari". Kontan ia didorong dan dilempar dari belakang karena dianggap menyindir. Sebab, sepanjang perjalanan, orang yang di belakang hanya melihat pantat gajah.!

Karena itu, kita harus belajar berempati. Jika tidak ingin mudah tersinggung cari seribu satu alasan untuk bisa memaklumi orang lain. Namun yang harus diingat, berbagai alasan yang kita buat semata-mata untuk memaklumi, bukan untuk membenarkan kesalahan, sehingga kita dapat mengendalikan diri.

Keempat, jadikan penghinaan orang lain kepada kita sebagai ladang peningkatan kwalitas diri dan kesempatan untuk mempraktekkan buah-buah roh Yaitu, dengan memaafkan orang yang menyakiti dan membalasnya dengan kebaikan.

Barakallah Fiikum...

Minggu, 05 Desember 2010

MT

Cinta itu buta.Namun, bahaya utama dari cinta bukanlah kebutaan,tapi KELUMPUHAN LOGIKA....Orang yang sedang jatuh cinta,merasa obyek cintanya itu adalahyang terbaik dan tiada duanya.Duh! Seandainya saja merekamendengar penyesalan merekayang tidak bahagia,karena logika yang dulu lumpuhsaat memilih pasangan hidup.Adik-adikku, lebih berhati-hatilah.Ini bisa menjadi masalah hidupyang panjang.Mario Teguh

Sabtu, 04 Desember 2010

sun, des 5 2010

I feel like a lonely creature in this big world..
I just can found something or someone that love me, the real me..
maybe it's one of the reason why I love my family so much than other things..
no one like me, they just played at me..
I"m just like a robot that can fulfill whatever they want..
but, now I just a human that not ever have a power to change everything to become what they want..
so I now being dumped..

Sabtu, 27 November 2010

sun, nov 28 2010

ooh sekarang aku ngerti, jadi kamu udah nemuin orang lain yang cantik, baik, pengertian, dewasa, dan mungkin sama denganmu.
argggh, aku pengen ngelupain semua.. masa bodo soal semuanya...
aku benci kamu!

Selasa, 23 November 2010

wed, nov 24 2010

it had been 2 weeks..
i don't know how are you now..
we even dont try to contact each other..

i miss you, please contact me sooner..
i really cant bear missing you so much..

Rabu, 17 November 2010

thurs, nov 17th 2010

yesterday, I dont really mind being single.
but, today, I really, really, really begs to God to give me another man to loved, the man that can be a reason for forgeting you, the man that can bring a sureness in this relation. and he must be not YOU.
it's all because when I knew YOU, and we knew that eventhough we love and care each other so much, we couldnt make it. because of one difference.
just ONE difference, but the important thing in our life.
I love YOU, but I have to learn to let YOU go..

Selasa, 02 November 2010

Karena rasa takut sakit hati,
kita menghindari jatuh cinta,
mempertahankan cara-cara lama kita,
sulit mempercayai orang dan mencoba
yang baru.
...
Sebetulnya, bukan kepedihannya yang berbahaya,
tetapi sikap dan perilaku kita yang sama itulah,
yang akan membuat kita merasakan
kepedihan yang sama.

Takut merasakan kembali kepedihan masa lalu
adalah pencegah utama dari upaya
untuk memperbaiki kehidupan.

Mario Teguh

Jika sebuah kebersamaan
tidak meyakini kecemerlangan
masa depannya,
kebersamaan itu mudah retak
dan mencari bentuk-bentuk barunya
...yang terpaksa saling mendustai.

Cinta itu jujur, sederhana, dan cantik.

Jika perasaan itu jujur,
ia tidak membutuhkan penjelasan
yang berkepanjangan.

Bersihkanlah hati dan pikiran Anda,
indahkanlah diri Anda,
dan hadiahkanlah waktu Anda
bagi kebahagiaannya.

Itulah cinta.

Mario Teguh

Mencintai adalah kemampuan
yang harus ditumbuhkan dan dirawat.

Maka, adik-adik dan
anak-anak saya yang terkasih,
...
Jangan sepelekan atau
tabu-kan CINTA MONYET.
Hormatilah perasaan memabukkan itu,
tetapi janganlah menjadi
pribadi yang buruk karenanya.

Masa muda adalah masa
ditumbuhkannya semua kualitas,
sedangkan masa dewasa
adalah masa digunakannya
kualitas-kualitas itu
bagi kehebatan hidup Anda.

Mario Teguh